Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2023

SITUS GUNUNG PADANG DI CIANJUR, BUKTI PERADABAN NUSANTARA TELAH MAJU SEJAK ZAMAN PRA SEJARAH

Gambar
Meski saat itu belum lahir istilah kata NUSANTARA , namun gak ada salahnya kalau secara general penulis sebut. Sebab toh kota Cianjur di provinsi Jawa Barat kala itu masuk dalam wilayah Nusantara. Dimana kita tahu, konsep mengenai Nusantara sebagai sebuah daerah yang dipersatukan, pada awalnya bukan berasal dari Gajah Mada dengan sumpah Palapa nya , melainkan oleh Raja Kertanegara dari Kerajaan Singhasari (disebut juga Singasari atau Singosari dalam Prasasti Mula Malurung yang diterbitkan oleh Kertanegara pada tahun 1255 atas perintah ayahnya, Wisnuwardhana  selaku Raja Singhasari pada   tahun   1248 - 1268) . Saat itu, Kertanegara memperkenalkan konsep Cakrawala Mandala Dwipantara, yang  dalam bahasa Sansekerta, kata “ Dwipa ” memiliki arti yang sama dengan kata “ nusa ” yang berarti pulau dan kata “ antara ” yang memiliki arti yang sama dengan kata “ antara ”. dalam bahasa Indonesia.  Seperti kita tahu Jawa Barat banyak menyimpan peninggalan sejarah nene...

PURNAWARMAN, RAJA TERMASYHUR KERAJAAN TARUMANEGARA

Gambar
Tarumanegara adalah termasuk kerajaan tertua di Indonesia, hampir seangkatan dengan Kerajaan Kutai. Tarumanegara pernah berkuasa di wilayah barat pulau Jawa pada abad ke-5 sampai ke-7 Masehi. Bukti arkeologi adanya kerajaan telah ditemukan, di antaranya Prasasti Ciaruteun , berupa batu peringatan abad ke-5 Masehi yang ditandai dengan bentuk kaki Raja. Ada tujuh prasasti yang berhubungan dengan kerajaan Tarumanegara telah ditemukan di daerah Jawa Barat: Jakarta dan Banten. Prasasti itu diantaranya prasasti Ciaruteun, Kebon Kopi, Jambu, Pasir Awi juga Muara Cianten (Bogor), Tugu (Jakarta Utara), Cidanghiang (Pandeglang Banten). Sebagai suatu bukti arkeologis tentang kebenaran Kerajaan Tarumanegara yang pernah ada dan nyata adalah, Prasasti Ciaruteun di Desa Ciaruteun, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor yang ditemukan pada tahun 1863. Prasasti itu berisikan bahasa Sansekerta dan aksara Pallawa yang terdiri atas empat baris puisi India (anustubh) dan ditandai dengan goresan telapak ...

ASIKNYA NAIK BIS PAGI, JAKARTA - SURABAYA

Gambar
Perkembangan teknologi yang pesat, memacu percepatan pembangunan di segala bidang yang berkesinambungan. Hal itu menjadi konsekuensi, bila negara kita tidak mau disebut tertinggal. Dalam mengimbangi pesatnya kemajuan itu, contoh yang aktual dan kita rasakan adalah pembangunan jalan tol pulau Jawa, dari Merak sampai Banyuwangi yang segera terhubung. Dari hasil realisasi pembangunan jalan tol itu, kita semua merasakan dan mengakui, bahwa transportasi jadi makin mudah dan cepat, serta mampu mengurai simpul kemacetan jalan. Roda perekonomian juga terus menggeliat, sehingga memacu semua sektor usaha berkembang maju dan berkelanjutan. Demikian juga dengan kemajuan dunia IT – teknologi informasi yang makin mempermudah semua lini kehidupan. Dengan otomatisasi sebuah sistem membuat pekerjaan jadi makin cepat, praktis, dan mampu menekan biaya makin murah. Transportasi Dulu dan Sekarang Lima tahun lalu, khususnya moda transportasi darat, ketika kita mendadak ada keperluan dari Jakarta ke Semarang...

'TANSAH ELING LAN WASPADA'

Gambar
Eling lan wapada , selalu ingat dan waspada dalam mengarungi hidup. Eling berarti ingat pada Tuhan, yang Maha Segalanya dalam hidup dan kehidupan. Lalu, waspada dalam menempuh kehidupan, dengan pintar membaca situasi yang terjadi disekitar kita, baik kepada sesama juga kepada alam. Begitu kurang lebihnya pemaparan apa yang pernah ditulis oleh seorang Filsuf Pujangga Besar pada jamannya, Raden Ngabehi Ronggowarsito (1802 – 1873). Serat Kalatidha karya Raden Ngabehi Ranggawarsita adalah serat yang berisi tentang falsafah atau ajaran hidup R.Ng Ranggawarsita. Menyadur dari bait ke 7 Serat Kalatidha : Amenangi jaman edan (mengalami hidup pada jaman edan) Ewuh aya ing pambudi (memang serba repot) Milu edan nora tahan (mau ikut ngedan hati tidak sampai) Yen tan milu anglakoni (kalau tidak mengikuti) Boya kaduman melik (tidak kebagian apa-apa) Kaliren wekasanipun (akhirnya malah kekurangan) Ndilalah karsa Allah (namun sudah menjadi kehendak Allah) Begja-begjane kang lali (bagaimanapun berunt...

WISATA KE SALATIGA DAN AMBARAWA, SAMBIL MENIKMATI GECOK KAMBING

Gambar
Bagi penyuka daging kambing, pergi refreshing ke Tuntang sekaligus berwisata di sekitar wilayah Salatiga dan Ambarawa adalah kolaborasi yang sangat pas. Ke luar dari pintu tol Bawen, kita belok kiri, sesudah melewati jembatan Tuntang, lalu ke kiri lagi. Kisaran dua kilometer, kita akan mendapati warung makan yang menyajikan gecok kambing. Gecok kambing adalah kuliner yang berasal dari kecamatan Tuntang, kabupaten Semarang, dan termasuk wilayah dataran tinggi yang berhawa sejuk pegunungan. Bagi warga Jawa Tengah atau DIY, mungkin kurang mengenali masakan itu. Apalagi warga di luar dua provinsi itu akan bertanya-tanya, mengenai kuliner gecok kambing tersebut. Masakan gecok kambing mempunyai sejarah yang cukup panjang. Di mulai pada tahun 1940 zaman penjajahan Belanda. Aroma khas gecok kambing seperti tongseng atau thengkleng, tapi gecok mempunyai kuah yang lebih kental. Perpaduan cabe rawit, merica, rempah-rempah serta bumbu lainnya mampu menimbulkan sensasi tersendiri. Keunikan lain...

EBIET G.Ade, MASIH ADA WAKTU

Gambar
Perjalanan panjang seorang Ebiet G Ade , hingga menuai sukses lewat karya lagunya, adalah suatu perjuangan yang tidak ringan. Ia memulai dari bawah, perpaduan syairnya yang benar matang dan menukik pada hakiki hidup itu mampu menjiwai setiap pendengarnya. Mencoba menyimak karya Ebit, lagu berjudul " Masih Ada Waktu ", setidaknya bisa menjadi cermin bekal kehidupan, begitu jauh ia mengorek makna hidup yang dalam. Bila masih mungkin kita menorehkan batin Atas nama jiwa dan hati tulus ikhlas Mumpung masih ada kesempatan buat kita Mengumpulkan bekal perjalanan abadi Kita pasti ingat tragedi yang memilukan Kenapa harus mereka yang terpilih menghadap Tentu ada hikmah yang harus kita petik Atas nama jiwa mari heningkan cipta Kita mesti bersyukur bahwa kita masih diberi waktu Entah sampai kapan tak ada yang bakal dapat menghitung Hanya atas kasih-Nya hanya atas kehendak-Nya Kita masih bertemu matahari Kepada rumput ilalang kepada bintang gemintang Kita dapat mencoba meminjam catatan-...

MENSYUKURI YANG ADA

Gambar
Cukup yang sederhana-sesederhana dulu saja, bila kemampuan baru mencapai tahap itu. Tidak perlu ngayawara agar tidak menyakiti diri sendiri. “Keinginan adalah sumber penderitaan…,” kalimat arif ini kadang terngiang. Sekiranya mempunyai cita-cita, mengejar keinginan yang besar, tanpa mau melihat keadaan dan kemampuan sendiri. Hal ini tentu berat. Mau maju terus atau berhenti, diri sendiri yang memutuskan. Karena, jika dipaksakan tentunya bakal menemui kendala, kembali ke masing-masing diri, sanggup apa tidak. Menjelang fajar di suatu pedesaan, burung burung berkicau riang, embun berkilau di dedaunan menyambut matahari terbit. Di kota besar, aktivitas lebih padat. Semua berpacu seperti mengejar waktu, ritme frekwensi padat dan cepat. Namun, inilah keseharian kehidupan yang musti dihadapi. Sepenuhnya tergantung kepada yang menyikapi dan menjalaninya. Sebisa mungkin belajar ikhlas menjalani agar lahir rasa syukur, yang menjadi akar dari ketenangan hati, pikiran, dan kebahagiaan. Jika saat...

OBROLAN KECIL DI WARUNG KASMO

Gambar
Dari warung kecil, tempat orang orang santai melepas penat, saya duduk lesehan. Ada juga meja bangku panjang, tapi saya memilih duduk lesehan di atas tikar, karena lebih nyaman. Warung kopi itu letaknya di pinggir kota, tidak terlalu ramai, tapi suasana khas pedesaan masih terasa. Apalagi saat gerimis kecil menjelang tengah malam. Wow! Seperti biasa saya sambil menulis di layar HP, sesekali ngobrol dengan Kasmo, si empunya warung. “Kedelai masih mahal, Mas, jadi saya bikin baceman tahu tempe gak banyak. Kasian pelanggan kalo dinaikan, lebih baik saya cari jalan tengah,” ungkap Kasmo. Semula saya bermaksud memesan baceman, jadi urung, lalu saya ganti memesan jadah bakar, perkedel, baceman ceker bakar, plus susu jahe kopi klothok agar badan jadi hangat. Dingin malam makin menggigiti tubuh, gerimis kecil setia menemani dini hari, dan warung kopi itu tetap ramai. Saya menengok ke samping meja Kasmo, TV di warungnya mati, karena ia belum membeli Set Top Box (STB) alat konversi analog ke di...

GOMBLOH, MUSISI NASIONALIS PATRIOTIS

Gambar
Siapapun tentu kenal dengan Gombloh, seorang musisi yang karya-karya musiknya banyak berwarna nuansa Patriotik Nasionalis. Pria yang mempunyai nama asli Sudjarwoto Sumarsono ini lahir di Jombang, 12 Juli 1948. Menurut Japie Tambayong dalam Ensiklopedia Musik (1992), jenis musik yang dibawakan groupnya, Lemon Tree’s Anno 69 adalah jenis musik yang temanya dapat dinamakan sebagai musik Folk yang memiliki arti harfiah sebagai lagu rakyat. Kebyar-Kebyar adalah karya master-piece Gombloh untuk bangsa dan negara Indonesia. Dirilis pada tahun 1979 oleh Golden Hand Record Surabaya. Begitu juga dengan lagu Berkibarlah Bendera Negeriku yang dirilis Gombloh pada tahun 1990. Setiap 17 Agustus Hari Kemerdekaan, atau 10 November Hari Pahlawan, selain lagu-lagu wajib nasional, kita juga sering mendengar lagu Kebyar Kebyar dan Berkibarlah Bendera Negeriku yang lahir dari tangan dingin Gombloh. Bahkan lagu-lagu itu sering dinyanyikan oleh kelompok paduan suara saat memperingati hari nasional itu. G...

LEGENDA ALBUM BADAI PASTI BERLALU

Gambar
Mendengar menikmati album musik Badai Pasti Berlalu yang direkam pada tahun 1977 , akan merasakan perbedaan sesuatu yang lain sekali dari album album musik yang pernah ada, bahkan boleh dibilang sampai kini. Diawali dengan lagu Pelangi dengan lirik yang sangat romantis bersetubuh dengan komposisi warna musik yang sangat berkelas, menyentuh namun tak cengeng mendayu, multi rasa imajinasi kita akan hanyut. Yang lagi kasmaran betapa serasa sangat indah dunia ini, yang lagi patah hati pasti akan terbawa kedalam arus rasa yang sangat deras. Sebagai seorang music director, Eros Djarot sangat piawai dan titis menempatkan lagu Pelangi menjadi lagu jagoan nomer urut pertama pada album Badai Pasti Berlalu. Magnetisme dalam syair dan notasi lagu pelangi sangat menarik, dengan warna the have music, pada saat itu, menjadikan kita tak bosan untuk mendengar berulang-ulang. Musik yang awalnya dibuat tanpa ekspektasi apa pun selain memuaskan hasrat bermusik, tidak pernah mengira bahwa album Badai Pa...

ADEM TENTRAM DESAKU

Gambar
Seperti hari ini, guliran waktupun terus terlewati dengan segala macam rasa kahanan. Di sebuah tempat yang jauh dari hingar bingar kota, warga di desa pagi-pagi sudah berangkat ke sawah, menyiangi tanaman. Sebagian lain ada yang ke pasar menjual hasil bumi, ada yang jadi tukang bangunan, kerja sebagai guru, pamong, juga ada yang wiraswasta mandiri. Begitulah kegiatan warga desa dengan segala bentuk pekerjaan dalam setiap harinya, dinamis namun tenang.  =========== Sejenak membandingkan dengan suasana kota. Dulu perusahaan besar adalah sesuatu yang “ pasti menang ”. Untuk dekade zaman sekarang, jangan harap kemenangan itu akan terus berlaku. Suatu contoh kecil, mega supermall di banyak kota, lama-kelamaan hanya menjadi tempat refreshing dan rekreasi pengunjung. Produk dagangannya secara market oriented, tidak imbang lagi. Supermarket pelan- pelan berguguran di mana-mana. Hal ini terjadi bukan karena trik sabotase pesaing, namun terjadi secara alami. Bisnis online via aplikasi dan me...

KUTUKAN KERIS MPU GANDRING

Gambar
Setelah Prabu Kertajaya penguasa kerajaan Kediri terguling (1194-1222 M), Ken Arok mengambil alih semua wilayah kuasa kerajaan Kediri. Tumapel yang beribukota di Singosari menjadi sentral pemerintahan. Ken Arok dengan gelar Sri Rajasa Bathara Sang Amurwabhumi berpemaisuri Ken Dedes Dyah Ayu Sri Maharatu Mahadewi, akhirnya menjadi pengendali kerajaan. Pemerintahan yang didukung oleh para Brahmana memulai kiprahnya. Demikian yang terpetik dari versi buku Pararaton, bahwa Ken Arok berkuasa pada 1222 – 1247 M, setara dengan pemerintahan Presiden Soekarno atau jauh dibawah lamanya 32 tahun Presiden Soeharto berkuasa. Dalam buku Pararaton hanya tercatat nama Ken Dedes, Ken Arok, maupun Tunggul Ametung , selebihnya dalam buku Negarakertagama sama sekali tidak tertera nama nama tersebut. Tetapi hingga kini tafsiran Pararaton dan Negarakertagama masih dijadikan rujukan utama untuk mengurai sejarah Kerajaan Singasari dan Majapahit . Menilik dari berbagai sumber baik dari Slamet Muljana d...

WERKUDARA DAN DEWA RUCI

Gambar
Mengutip sepenggal kalimat bijak : memulai sebuah langkah musti diawali dari niat, semangat, komitmen, dan pantang menyerah hingga mencapai tujuan. Apa pun pikiran yang meragukan dan memberatkan hati harus dibuang. Yang utama dan pertama adalah musti siap menghadapi semua itu dengan segala konsekuensinya. Menjelang saat pekerjaan menumpuk, diri sendiri yang akhirnya mengurai semua. Kuncinya adalah, jangan pernah melakukan pekerjaan itu dengan setengah hati, ragu-ragu, apa lagi minder. Sehingga hasilnya kurang maksimal. Tapi lakukan semua itu dengan tekad, semangat, dan kesungguhan hati agar hasilnya mencapai target. ========== Bercermin seperti tekad yang dimiliki Werkudara . Tatkala Werkudara ksatria pandawa ingin belajar ilmu Sangkan Paraning Dumadi, gurunya Begawan Durna menjelaskan, bahwa untuk memperoleh ajaran itu, Werkudara harus mengambil Air Perwita Sari Mahening Suci yang berada di Hutan Tikbrasara, di kaki Gunung Reksamuka. Tanpa banyak bicara, Werkudara mohon restu dan pa...