Postingan

SITUS GUNUNG PADANG DI CIANJUR, BUKTI PERADABAN NUSANTARA TELAH MAJU SEJAK ZAMAN PRA SEJARAH

Gambar
Meski saat itu belum lahir istilah kata NUSANTARA , namun gak ada salahnya kalau secara general penulis sebut. Sebab toh kota Cianjur di provinsi Jawa Barat kala itu masuk dalam wilayah Nusantara. Dimana kita tahu, konsep mengenai Nusantara sebagai sebuah daerah yang dipersatukan, pada awalnya bukan berasal dari Gajah Mada dengan sumpah Palapa nya , melainkan oleh Raja Kertanegara dari Kerajaan Singhasari (disebut juga Singasari atau Singosari dalam Prasasti Mula Malurung yang diterbitkan oleh Kertanegara pada tahun 1255 atas perintah ayahnya, Wisnuwardhana  selaku Raja Singhasari pada   tahun   1248 - 1268) . Saat itu, Kertanegara memperkenalkan konsep Cakrawala Mandala Dwipantara, yang  dalam bahasa Sansekerta, kata “ Dwipa ” memiliki arti yang sama dengan kata “ nusa ” yang berarti pulau dan kata “ antara ” yang memiliki arti yang sama dengan kata “ antara ”. dalam bahasa Indonesia.  Seperti kita tahu Jawa Barat banyak menyimpan peninggalan sejarah nene...

PURNAWARMAN, RAJA TERMASYHUR KERAJAAN TARUMANEGARA

Gambar
Tarumanegara adalah termasuk kerajaan tertua di Indonesia, hampir seangkatan dengan Kerajaan Kutai. Tarumanegara pernah berkuasa di wilayah barat pulau Jawa pada abad ke-5 sampai ke-7 Masehi. Bukti arkeologi adanya kerajaan telah ditemukan, di antaranya Prasasti Ciaruteun , berupa batu peringatan abad ke-5 Masehi yang ditandai dengan bentuk kaki Raja. Ada tujuh prasasti yang berhubungan dengan kerajaan Tarumanegara telah ditemukan di daerah Jawa Barat: Jakarta dan Banten. Prasasti itu diantaranya prasasti Ciaruteun, Kebon Kopi, Jambu, Pasir Awi juga Muara Cianten (Bogor), Tugu (Jakarta Utara), Cidanghiang (Pandeglang Banten). Sebagai suatu bukti arkeologis tentang kebenaran Kerajaan Tarumanegara yang pernah ada dan nyata adalah, Prasasti Ciaruteun di Desa Ciaruteun, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor yang ditemukan pada tahun 1863. Prasasti itu berisikan bahasa Sansekerta dan aksara Pallawa yang terdiri atas empat baris puisi India (anustubh) dan ditandai dengan goresan telapak ...

ASIKNYA NAIK BIS PAGI, JAKARTA - SURABAYA

Gambar
Perkembangan teknologi yang pesat, memacu percepatan pembangunan di segala bidang yang berkesinambungan. Hal itu menjadi konsekuensi, bila negara kita tidak mau disebut tertinggal. Dalam mengimbangi pesatnya kemajuan itu, contoh yang aktual dan kita rasakan adalah pembangunan jalan tol pulau Jawa, dari Merak sampai Banyuwangi yang segera terhubung. Dari hasil realisasi pembangunan jalan tol itu, kita semua merasakan dan mengakui, bahwa transportasi jadi makin mudah dan cepat, serta mampu mengurai simpul kemacetan jalan. Roda perekonomian juga terus menggeliat, sehingga memacu semua sektor usaha berkembang maju dan berkelanjutan. Demikian juga dengan kemajuan dunia IT – teknologi informasi yang makin mempermudah semua lini kehidupan. Dengan otomatisasi sebuah sistem membuat pekerjaan jadi makin cepat, praktis, dan mampu menekan biaya makin murah. Transportasi Dulu dan Sekarang Lima tahun lalu, khususnya moda transportasi darat, ketika kita mendadak ada keperluan dari Jakarta ke Semarang...

'TANSAH ELING LAN WASPADA'

Gambar
Eling lan wapada , selalu ingat dan waspada dalam mengarungi hidup. Eling berarti ingat pada Tuhan, yang Maha Segalanya dalam hidup dan kehidupan. Lalu, waspada dalam menempuh kehidupan, dengan pintar membaca situasi yang terjadi disekitar kita, baik kepada sesama juga kepada alam. Begitu kurang lebihnya pemaparan apa yang pernah ditulis oleh seorang Filsuf Pujangga Besar pada jamannya, Raden Ngabehi Ronggowarsito (1802 – 1873). Serat Kalatidha karya Raden Ngabehi Ranggawarsita adalah serat yang berisi tentang falsafah atau ajaran hidup R.Ng Ranggawarsita. Menyadur dari bait ke 7 Serat Kalatidha : Amenangi jaman edan (mengalami hidup pada jaman edan) Ewuh aya ing pambudi (memang serba repot) Milu edan nora tahan (mau ikut ngedan hati tidak sampai) Yen tan milu anglakoni (kalau tidak mengikuti) Boya kaduman melik (tidak kebagian apa-apa) Kaliren wekasanipun (akhirnya malah kekurangan) Ndilalah karsa Allah (namun sudah menjadi kehendak Allah) Begja-begjane kang lali (bagaimanapun berunt...

WISATA KE SALATIGA DAN AMBARAWA, SAMBIL MENIKMATI GECOK KAMBING

Gambar
Bagi penyuka daging kambing, pergi refreshing ke Tuntang sekaligus berwisata di sekitar wilayah Salatiga dan Ambarawa adalah kolaborasi yang sangat pas. Ke luar dari pintu tol Bawen, kita belok kiri, sesudah melewati jembatan Tuntang, lalu ke kiri lagi. Kisaran dua kilometer, kita akan mendapati warung makan yang menyajikan gecok kambing. Gecok kambing adalah kuliner yang berasal dari kecamatan Tuntang, kabupaten Semarang, dan termasuk wilayah dataran tinggi yang berhawa sejuk pegunungan. Bagi warga Jawa Tengah atau DIY, mungkin kurang mengenali masakan itu. Apalagi warga di luar dua provinsi itu akan bertanya-tanya, mengenai kuliner gecok kambing tersebut. Masakan gecok kambing mempunyai sejarah yang cukup panjang. Di mulai pada tahun 1940 zaman penjajahan Belanda. Aroma khas gecok kambing seperti tongseng atau thengkleng, tapi gecok mempunyai kuah yang lebih kental. Perpaduan cabe rawit, merica, rempah-rempah serta bumbu lainnya mampu menimbulkan sensasi tersendiri. Keunikan lain...

EBIET G.Ade, MASIH ADA WAKTU

Gambar
Perjalanan panjang seorang Ebiet G Ade , hingga menuai sukses lewat karya lagunya, adalah suatu perjuangan yang tidak ringan. Ia memulai dari bawah, perpaduan syairnya yang benar matang dan menukik pada hakiki hidup itu mampu menjiwai setiap pendengarnya. Mencoba menyimak karya Ebit, lagu berjudul " Masih Ada Waktu ", setidaknya bisa menjadi cermin bekal kehidupan, begitu jauh ia mengorek makna hidup yang dalam. Bila masih mungkin kita menorehkan batin Atas nama jiwa dan hati tulus ikhlas Mumpung masih ada kesempatan buat kita Mengumpulkan bekal perjalanan abadi Kita pasti ingat tragedi yang memilukan Kenapa harus mereka yang terpilih menghadap Tentu ada hikmah yang harus kita petik Atas nama jiwa mari heningkan cipta Kita mesti bersyukur bahwa kita masih diberi waktu Entah sampai kapan tak ada yang bakal dapat menghitung Hanya atas kasih-Nya hanya atas kehendak-Nya Kita masih bertemu matahari Kepada rumput ilalang kepada bintang gemintang Kita dapat mencoba meminjam catatan-...

MENSYUKURI YANG ADA

Gambar
Cukup yang sederhana-sesederhana dulu saja, bila kemampuan baru mencapai tahap itu. Tidak perlu ngayawara agar tidak menyakiti diri sendiri. “Keinginan adalah sumber penderitaan…,” kalimat arif ini kadang terngiang. Sekiranya mempunyai cita-cita, mengejar keinginan yang besar, tanpa mau melihat keadaan dan kemampuan sendiri. Hal ini tentu berat. Mau maju terus atau berhenti, diri sendiri yang memutuskan. Karena, jika dipaksakan tentunya bakal menemui kendala, kembali ke masing-masing diri, sanggup apa tidak. Menjelang fajar di suatu pedesaan, burung burung berkicau riang, embun berkilau di dedaunan menyambut matahari terbit. Di kota besar, aktivitas lebih padat. Semua berpacu seperti mengejar waktu, ritme frekwensi padat dan cepat. Namun, inilah keseharian kehidupan yang musti dihadapi. Sepenuhnya tergantung kepada yang menyikapi dan menjalaninya. Sebisa mungkin belajar ikhlas menjalani agar lahir rasa syukur, yang menjadi akar dari ketenangan hati, pikiran, dan kebahagiaan. Jika saat...