ALBUM LEGENDA GOD BLESS, CERMIN - 1980
Bagi penggemar musik Indonesia, group musik rock God Bless bukan hal yang asing. Terlebih generasi musik tahun 80 – 90 an, diingatannya akan lebih familiar. Meski bergonta ganti pemain, selama puluhan tahun, namun keberadaan God Bless masih tetap eksis sampai kini.
Menilik dari album-album yang pernah dirilisnya, God Bless (1975) – Cermin (1980) yang kemudian direlease ulang ditahun 2014 – Semut Hitam (1988) – Raksasa (1989) dan album album lain setelahnya.
Dari sekian album, tak salah kalau harus diakui bahwa album Cermin (1980) adalah album fenomenal yang belum tertandingi sampai kini. Album yang boleh dibilang tak mau kompromi dengan market untuk kurun saat itu, atau bisa dibilang proyek idealis. Formasi lama saat pembuatan album Cermin digawangi oleh : Ian Antono (Lead Guitar), Ahmad Albar (Vocal), Donny Fattah (Bass), Abadi Soesman (Keyboard), Teddy Sujaya (Drum) masih tetap garang membawa warna God Bless.
Sembilan judul lagu : Selamat Pagi Indonesia, Anak Adam, Cermin, Musisi, Sodom Gomorah, Balada Sejuta Wajah, Insan Sesat, Ingat, Tuan Tanah, nyaris semua dengan piawai dikemasnya dalam satu adonan musik yang sangat apik. Di masa tahun 1980 an jangan tanya untuk teknologi MIDI, Sampling, terlebih techno computer music, sama sekali belum ada saat itu, kecuali hanya pita recording analog 16 track, yang pita recording 2 inchi – 24 track pun masih belum lazim.
Tentunya bagi generasi musik kini, sebagai wahana motivasi belajar, halal dan syah kalo kita mengatakan bahwa album Cermin adalah album fenomenalnya God Bless, tanpa bermaksud mengesampingkan album yang lain. Dengan tingkat kesulitan skill, kuat diwarna art and progresif rock, harmonisasi musik yang pas, sangat dinamis dalam irama ketukan rancak, meski di sana sini harus diakui pula orisinilitas musiknya buka pure musik God Bless.
Di lagu Anak Adam, kita akan dibuka dengan lentur kelincahan jari jemari Abadi Soesman. Ada sisipan suara synthesizer gamelan Bali seperti ingin menunjukan bahwa aku ini Indonesia. Lagu terpanjang yang durasinya kisaran sebelas menit ini memang butuh sedikit selera untuk menikmati. Sentuhan keyboard Abadi Soesman sangat berjiwa, di interlude membawa kita ke warna musik jazz rock Chick Corea, lantas ada warna musik Emerson ELP juga Genesis. Dengan kelincahan jemarinya, seperti mengajak suara lead guitar Ian Antono untuk penuh toleransi mendampingi, yang biasanya gitar selalu mendominasi dalam musik rock.
LAGU Cermin yang sekaligus dijadikan judul album. Kepiawaian ketukan pukulan drum Teddy Sujaya sungguh sangat teruji handal kestabilan dan akselerasi gebugan drumnya. Dalam proses recording metronome yang menjadi wajib untuk mengurai birama ketukan, jangan harap bisa diremote memakai metronome pada lagu Cermin ini. Juga tentunya kepiawaian jemari Abadi Soesman, terasa kuat mendominasi dalam berbagai warna musik, dibalut sentuhan guitar guitar Ian.
Kehandalan petikan jari serta chord progresif nya dengan sound yang pas, terdengar sangat piawai di lagu Balada Sejuta Wajah. Demikian juga dengan warna sound Bass Donny Fatah serta kehebatan vocal Ahmad Albar, terdengar God Bless banget di lagu Musisi.
Selamat Pagi Indonesia, lagu citaan Ian Antono dan Theodore KS – dikenal sebagai jurnalis musik dan menulis lagu Rumah Kita (1988) – konon diciptakan untuk mengenang Kusni Kasdut, sang pejuang kemerdekaan yang terakhiri hidupnya di depan regu tembak. Seperti ada roh penuh perasaan hasil proses penggarapanya. Sang vocal Ahmad Albar begitu menjiwai dalam setiap alur cengkoknya, hingga menjadikan lagu lebih kuat pada karakter liriknya.
Dalam lagu Sodom Gomorah dan lainya bisa disimak melalui banyak chanel youtube, maka dalam hati kita akan terkesima. Maka tak salah bila album Cermin 1980 ini bisa dijadikan acuan pijakan motivasi belajar untuk para generasi musik Indonesia masa kini.



Komentar
Posting Komentar